chakra-news.com // JAKARTA UTARA, 22 September 2026 — Mushola Al Hasan Papanggo menggelar peringatan agung Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan 1448 Hijriah, bekerja sama dengan Majelis Dzikir Waliyullah. Acara keagamaan yang berlangsung khidmat di Jalan Sungai Tiram, RT 01/RW 08, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dihadiri ratusan jemaah dan menjadi momentum penting penguatan sinergi antara ulama, tokoh masyarakat, serta aparatur pemerintah.
Acara dipimpin oleh Al-Ustadz H. Jaka Maulana. Hadir sebagai pembicara dan tamu kehormatan Dr. Al-Habib Alwi bin Abdullah Alaydrus (Hadramaut), Habib Baghier Alaydrus, KH. Ahmad Mubarok, Lc., Habib Ridho Al-Aidit, Lc., dan Ustadz Hasan. Pemerintah setempat turut hadir: Camat Tanjung Priok Bapak Samsu Rizal Kadafi serta Lurah Papanggo Bapak Erwin.
Dalam pernyataannya, KH. Ahmad Mubarok, Lc. selaku perwakilan Dewan Guru Mushola Al Hasan menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya acara yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, Dewan Guru Mushola Al Hasan telah melaksanakan peringatan Maulid Nabi SAW. Kami sangat bersyukur aparatur pemerintah dari tingkat RT hingga Lurah hadir dan bersinergi dengan para asatidz — termasuk Habib Ridho Al-Aidit yang juga tenaga pengajar di majelis taklim ini,” ujar KH. Ahmad Mubarok.
Beliau menambahkan, esensi peringatan tahun ini adalah meneladani sosok Rasulullah SAW sebagai teladan sejati yang tak lekang oleh waktu.
“Nabi Muhammad SAW adalah idola nyata yang hidup sejak 1.400 tahun silam hingga akhir zaman. Melalui peringatan ini, kita berharap dapat membentuk akhlak yang lebih baik — bagi remaja, pemuda, keluarga, dan seluruh masyarakat — dengan mengikuti sunnah beliau.”
KH. Ahmad Mubarok juga menegaskan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan. Selain itu, Mushola Al Hasan secara berkala mengadakan syiar setiap Selasa malam dan Kamis malam, serta pembacaan Kitab Burdah secara bulanan bersama Habib Ridho Al-Aidit.
Pesan mendalam tentang keagungan Rasulullah SAW disampaikan pula oleh Ustadz Ubaidillah. Beliau mengingatkan, kehadiran di majelis ilmu dan maulid adalah kebutuhan rohani umat itu sendiri.
“Kitalah yang sebenarnya membutuhkan perhatian dan keberkahan dari pertemuan ini. Jika kita menyandarkan diri kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, Allah SWT akan mengangkat derajat kita dan mengabulkan segala hajat. Para ulama sepakat: keindahan dan keagungan beliau tiada yang menandingi, baik di masa lalu maupun masa depan. Semoga momen ini semakin menumbuhkan cinta kita kepada Rasulullah,” tutur Ustadz Ubaidillah.
Sementara itu, Ustadz Hasannudin menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah dan menuntut ilmu setelah acara selesai.
“Hari ini, 22 September 2026, Mushola Al Hasan kembali mensyiarkan Islam yang jaya, bersih, luhur, tenteram, dan damai. Tujuannya jelas: agar warga meneladani Rasulullah SAW, serta termotivasi untuk senantiasa istiqomah menuntut ilmu, mengingat Allah, dan bersholawat,” tegas Ustadz Hasannudin.
Rangkaian acara dimulai pukul 18.00 WIB dan berlangsung tertib. Jemaah mengawali dengan pembacaan Yasin dan Tahlil, dilanjutkan pembacaan Maulid Simthud Durar. Sesi utama diisi lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qari Ustadz Raghieb Al-Hamra, tausiyah dari para habaib dan ulama, pembacaan serta ijazah Ratib Alaydrus, Mahlul Qiyam, hingga ditutup doa bersama — memohon kedamaian dan keberkahan khususnya bagi warga Papanggo, serta umat Islam di mana saja.
( Nurhayati )


















