chakra- news com // Bandung, Rabu, 23 September 2026 — Tim Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara (PWJU) menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy Bandung yang telah menerima tim untuk melakukan konfirmasi terkait adanya informasi mengenai dugaan praktik penipuan berkedok asmara atau love scamming yang diduga melibatkan pihak di lingkungan lapas.
Kenapa mengarah ke lapas Banceuy karena hasil dari cek pos tim Siber semua di duga pelaku ada di lapas Banceuy dan juga di perkuat penggerebekan di Ketapang sebelumnya.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh informasi dan klarifikasi langsung dari pihak Lapas Banceuy atas informasi yang sebelumnya disampaikan oleh Tim PWJU.
Love scamming merupakan modus penipuan yang memanfaatkan pendekatan emosional atau hubungan romantis secara daring untuk mendapatkan keuntungan materi dari korban.
Modus tersebut dapat dilakukan melalui berbagai platform komunikasi, termasuk WhatsApp.
Dalam pertemuan tersebut, Tim PWJU diterima oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Lapas Banceuy, Idrus. Ia menerima tim karena Kalapas Banceuy Eris Ramdani disebut sedang mengalami kecelakaan sehingga tidak dapat menemui langsung rombongan.
Dalam perbincangan, Idrus menyampaikan bahwa pimpinan Lapas Banceuy mengapresiasi adanya laporan atau informasi dari masyarakat mengenai dugaan praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Menurut Idrus, pihak Lapas Banceuy terbuka terhadap laporan masyarakat dan akan melakukan langkah sesuai ketentuan apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran di lingkungan lapas.
“Kalau memang ada di dalam, kami akan bantu dan kami tidak akan tutupi. Kami malah senang kalau ada laporan masyarakat,” ujar Idrus.
Idrus juga menyampaikan bahwa pimpinan Lapas Banceuy memiliki perhatian terhadap pencegahan pungutan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Ia menegaskan bahwa apabila terdapat oknum yang terbukti melakukan tindakan melanggar aturan, pihaknya akan mengambil tindakan sesuai prosedur yang berlaku.
Ia juga menceritakan bahwa pimpinan Lapas Banceuy selama ini berupaya mendukung berbagai kegiatan di lingkungan lapas dan, menurut keterangannya, tidak membenarkan adanya permintaan uang kepada pejabat maupun pihak lain yang berada di bawahnya.
Meski demikian, informasi mengenai dugaan love scamming tersebut masih berada pada tahap konfirmasi. Belum terdapat kesimpulan bahwa praktik penipuan tersebut benar-benar terjadi atau bahwa pihak tertentu di Lapas Banceuy telah terbukti melakukan tindak pidana.
Tim menyatakan akan terus melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat berdasarkan fakta dan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, pihak Lapas Banceuy menyatakan keterbukaan untuk menerima informasi masyarakat dan melakukan pemeriksaan apabila terdapat laporan yang disertai indikasi pelanggaran.
Konfirmasi dan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut serta menentukan apakah terdapat pelanggaran hukum maupun aturan kedinasan yang berlaku.
(R Rumandan)



















