chakra- news.com // JAKARTA UTARA, Sabtu, 5 September 2026 — Tumpukan sampah yang berada di depan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi sorotan. Keberadaan sampah tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya para penumpang yang hendak memasuki area stasiun.
Selain mengganggu pemandangan, tumpukan sampah tersebut juga menimbulkan bau menyengat yang menyebar ke lingkungan sekitar.
Kondisi ini
menimbulkan pertanyaan terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Utara dalam menjaga kebersihan kawasan yang menjadi salah satu fasilitas publik dan akses transportasi masyarakat.
Stasiun kereta api semestinya menjadi kawasan yang bersih, tertata, dan terbebas dari tumpukan sampah. Terlebih, lokasi tersebut setiap hari dilalui masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api.
Kondisi tersebut juga memunculkan desakan agar camat, lurah, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara lebih aktif melakukan pemantauan langsung ke lapangan.
Pengawasan terhadap kebersihan wilayah dinilai tidak cukup hanya dilakukan dari balik meja atau menunggu laporan masyarakat.
Seorang pedagang H inisial yang berada di sekitar lokasi saat media ini menanyakan tentang keberadaan sampah tersebut ia mengatakan bahwa sampah tersebut diduga berasal dari aktivitas pedagang yang berjualan pada malam hari.
“Oh, kalau sampah ini berasal dari pedagang yang jualan malam,” ujar pedagang tersebut.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edi Mulyanto, belum memberikan jawaban terkait keberadaan tumpukan sampah tersebut saat dimintai keterangan.
Masyarakat berharap persoalan tersebut segera ditangani. Penumpukan sampah di kawasan stasiun tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebersihan, kesehatan, kenyamanan, serta citra pelayanan publik.
Pemerintah Kecamatan, Kelurahan, dan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara perlu segera mengambil langkah nyata untuk memastikan sampah dibersihkan dan mencegah persoalan serupa kembali terjadi.
( R Rumandan)

















