chakra- news.com // JAKARTA — Pesan perdamaian dan penolakan terhadap rasisme menggema dari kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026).
Persaudaraan Timur Indonesia Raya (PETIR) DPW DKI Jakarta menggelar “Nada Damai dari Timur Nusantara” bertepatan dengan aktivitas car free day.
Kegiatan tersebut diisi senam sehat, orasi, pembacaan puisi, musik, penggalangan donasi, serta penandatanganan pesan damai.
Mengusung tema “Merawat Kebhinekaan, Menguatkan Persaudaraan, Menjaga Indonesia”, kegiatan ini membawa pesan “Dari Timur, Menggema Damai untuk Indonesia.”
Sejumlah musisi turut tampil, di antaranya Obbie Messakh, Rani Ve, dan The Tambel.
Ketua DPW PETIR DKI Jakarta Ones Kilikily mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kecintaan masyarakat Indonesia Timur terhadap NKRI sekaligus seruan untuk menghentikan rasisme dan diskriminasi.
“Kami cinta damai, kami menyayangi dan mengasihi bangsa ini. Kami pun ingin disayangi dan dikasihi, tidak didiskriminasi dan tidak diperlakukan secara rasis,” ujar Ones.
Ketua Umum DPN PETIR E. Alex Kadju juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia menghentikan segala bentuk ucapan dan tindakan bernuansa rasis.
“Jangan ada rasis. Karena itu akan merusak dan mencederai bangsa ini. Stop mengatakan masalah rasis, apalagi yang berkaitan dengan hewan dan binatang. Kami ini manusia,” tegas Alex.
Selain menyuarakan perdamaian, PETIR menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Panitia M. Harris Chandra, SH, mengatakan donasi yang terkumpul sementara mencapai sekitar Rp12 juta dan masih terus bertambah.
“Ini bentuk kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah di NTT atau Flores,”katanya.
Bantuan nantinya disalurkan melalui DPN PETIR dalam bentuk dana, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya sesuai kondisi di lapangan.
PETIR juga mempertimbangkan bantuan untuk tempat ibadah yang mengalami kerusakan.
Pendiri DPN PETIR Semy Manafe mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap sesama.
“Dengan segala kekurangan, PETIR mau berbuat yang terbaik,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, PETIR ingin menegaskan bahwa keberagaman bukan alasan untuk saling merendahkan, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan.
Dari Timur untuk Indonesia: stop rasisme, rawat kebhinekaan, dan perkuat persaudaraan.
( R Rumandan)













