chakra-news.com // Indramayu – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas PUPR mengucurkan APBD tahun 2026 untuk pembangunan infrastruktur jalan. Salah satunya, yakni rehabilitasi jalan Desa Terusan.
Namun, proyek yang menggunakan metode cor beton (ready mix) tersebut kini menjadi sorotan tajam publik. Diduga, pelaksana bermain-main standar teknis pekerjaan hingga spesifikasi volume pada beton.
Dugaan ini terpantau langsung oleh tim media di lokasi proyek, pada Senin (10/08/2026) malam.
Terpantau, pengerjaan rehabilitasi jalan Desa Terusan tengah berlangsung. Begitu pula dengan dugaan pengurangan spesifikasi volume beton yang terlihat sangat gamblang.
Modus operandinya terbilang pola receh, yaitu urugan batu dihampar pada bagian tengah jalan dengan ketebalan tidak wajar, sedangkan untuk bagian sisi kanan dan sisi kanan jalan tampak tanpa urugan batu serta pemasangan papan bekisting yang dipendam.
Fenomena janggal lainnya, yakni pada item plastik cor yang digelar hanya bagian sisi kanan dan sisi kiri jalan. Sedangkan dibagian tengah terlihat kosong. Padahal, material tersebut memiliki fungsi krusial, salah satunya menjaga kadar air dalam adukan beton agar proses pengerasan berjalan sempurna.
Di lokasi, tidak ada pelaksan maupun pihak berkompeten untuk dimintai penjelasan terkait dugaan kecurangan tersebut.
Anggaran untuk rehabilitasi jalan Desa Terusan tersebut diketahui bernilai Rp 148,9 juta. Dalam hal ini, CV Maju Mapan dipercaya untuk bertindak sebagai pelakasana.
Sementara, belum ada penjelasan dari CV Maju Mapan maupun Bidang Bina Marga Dinas PUPR Indramayu. Hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
(HASAN) Tim



















