Edi Macan : Aparat penegak hukum jangan tebang pilih dalam penindakan rokok ilegal

Berita17 Dilihat
banner 468x60

Gresik – Chakra-news.com – Sementara itu, Edi Macan, tokoh MADAS Sedarah Kabupaten Gresik, menyampaikan kritik terhadap pola penindakan yang menurutnya masih lebih banyak menyentuh pedagang eceran dibanding para aktor utama dalam rantai distribusi rokok ilegal.

banner 336x280

Menurutnya, pendekatan penegakan hukum harus dibangun di atas prinsip keadilan dan kemanusiaan, mengingat tidak sedikit pedagang kecil yang hanya berupaya memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Kami mendukung penuh penegakan hukum. Namun hukum juga harus memiliki sisi kemanusiaan. Pedagang kecil banyak yang hanya mencari nafkah, sedangkan yang seharusnya menjadi prioritas adalah bandar, distributor, dan jaringan besar rokok ilegal,” tegas Edi.

MADAS juga menilai pola pembinaan kepada masyarakat masih perlu diperkuat. Organisasi tersebut berharap Bea Cukai tidak hanya hadir saat operasi penindakan, tetapi juga lebih aktif membangun komunikasi melalui sosialisasi, dialog, dan pendampingan kepada masyarakat.

Menurut mereka, edukasi yang berkelanjutan akan jauh lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan dibanding pendekatan yang semata-mata bersifat represif.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemberantasan rokok ilegal, MADAS menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis Bea Cukai dengan memberikan informasi apabila menemukan indikasi peredaran rokok ilegal di lapangan. Organisasi tersebut bahkan menyatakan siap membantu mengungkap rantai distribusi yang diduga melibatkan jaringan lebih besar.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bea Cukai Gresik menegaskan bahwa penegakan hukum akan tetap dijalankan secara profesional, proporsional, dan berbasis analisis risiko, sembari terus memperluas program edukasi dan pembinaan agar tingkat kepatuhan masyarakat terhadap regulasi cukai semakin meningkat.

Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Berbagai pandangan yang disampaikan kedua belah pihak menjadi cerminan pentingnya dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem penegakan hukum yang tidak hanya tegas terhadap pelaku utama kejahatan, tetapi juga mampu memberikan ruang pembinaan dan perlindungan bagi masyarakat kecil yang terdampak.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara Bea Cukai Gresik, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta organisasi masyarakat, guna menciptakan pengawasan terhadap barang kena cukai yang lebih efektif, transparan, dan berkeadilan, tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap proses penegakan hukum. ( Team/Gresik )

banner 336x280