Warga Keluhkan Bau Menyengat dari Tumpukan Sampah di Kolong Tol Sungai Bambu

banner 468x60

chakra- news.com // Jakarta Utara Rabu 3 / 6/ 2026 ,Tumpukan sampah yang berada di kawasan kolong tol Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuai keluhan warga.

Selain mengganggu pemandangan, sampah yang telah menumpuk selama beberapa hari tersebut menimbulkan bau menyengat yang dikhawatirkan berdampak pada kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

banner 336x280

RS, salah seorang warga di sekitar lokasi, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Menurutnya, hingga saat ini sampah yang menumpuk belum juga dibersihkan oleh pihak terkait.

“Kami sangat terganggu dengan bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah di kolong tol Sungai Bambu. Sampah ini sudah berhari-hari belum dibersihkan,” ujar RS.

Ia juga menilai penanganan sampah di lokasi tersebut berjalan lambat. Setiap hari volume sampah terus bertambah sehingga kondisi lingkungan menjadi semakin kotor dan tidak nyaman.
“Semakin hari sampah semakin menumpuk, bau busuknya semakin menyengat, dan lingkungan menjadi terlihat kumuh,” tambahnya.

Sorotan juga datang dari Priyono Joko Alam, pemerhati lingkungan dan kesehatan. Ia mendesak Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara untuk segera melakukan pembersihan secara menyeluruh hingga kondisi lokasi benar-benar bersih.

“Kami menghimbau agar Sudin terkait segera membersihkan sampah tersebut sampai zero waste agar kebersihan lingkungan di sekitar kolong tol tetap terjaga,” tegas Priyono.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Jurnalis Utara (PWJU), Habibah Binti Ganna, turut mempertanyakan lambatnya respons Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok terhadap keluhan masyarakat.

“Ini terkesan mengabaikan keluhan warga sekitar kolong tol maupun pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut,” ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun, upaya konfirmasi kepada Kepala Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok melalui pesan WhatsApp telah dilakukan oleh awak media. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Priyono Joko Alam menilai perlu adanya evaluasi dan tindakan tegas dari pimpinan terhadap aparatur yang dinilai tidak responsif terhadap persoalan lingkungan yang dikeluhkan masyarakat.

“Seharusnya ada sanksi atau teguran keras dari Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara apabila terbukti terjadi kelalaian dalam penanganan persoalan sampah ini,” katanya.

Senada dengan itu, Chaerul Syah Hasibuan selaku Pembina Persaudaraan Wartawan Jakarta Utara berharap adanya ketegasan dari jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara terhadap bawahannya yang dinilai lamban merespons aduan warga.

“Harapan ke depan, ada ketegasan terhadap petugas yang tidak cepat merespons keluhan masyarakat terkait tempat pembuangan sampah liar. Dampaknya sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” pungkas Chaerul Syah Hasibuan.

( R Rumndan)

banner 336x280