chakra-news.com // JAKARTA – Sejak dua hari terakhir, para pengusaha trucking yang tergabung dalam Logindo mengalami kesulitan serius saat mengembalikan kontainer kosong impor milik pelayaran MSC. Truk yang telah tiba di depo tujuan justru ditolak karena kapasitas depo disebut sudah penuh. Bahkan, setelah diarahkan ke depo lain, kondisi serupa kembali terjadi.
Ketua Logindo DKI Jakarta, Jenminy, mengatakan situasi tersebut berdampak besar terhadap operasional para anggotanya.
“Ritase menurun drastis, sopir harus menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari. Biaya operasional membengkak, sementara kami juga khawatir terkena denda detention padahal ini bukan kesalahan kami,” ujar Jenminy, Kamis (7/5).
Menurutnya, persoalan ini memunculkan pertanyaan terkait tanggung jawab pihak pelayaran terhadap kendala yang terjadi di lapangan. Ia menilai, apabila depo yang ditunjuk tidak mampu menampung kontainer kosong, maka pihak MSC seharusnya segera menyediakan alternatif lokasi depo atau memberikan pembebasan biaya keterlambatan.
“Kami meminta kejelasan, siapa yang akan menanggung kerugian armada kami? Apakah MSC siap bertanggung jawab atas seluruh biaya tambahan dan kerugian usaha yang timbul akibat kondisi ini?” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, para pelaku usaha trucking masih menunggu respons dan langkah konkret dari pihak MSC guna menyelesaikan persoalan yang dinilai mengganggu kelancaran rantai logistik.
Redaksi menerima hak jawab dan koreksi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
( Hbb )















