chakra- news.com // Penumpukan Sampah dikolong Tol Kencana Wiyoto Wiyono TPS Kencana kelurahan Sungai Bambu Kecamatan Tanjung Priok memang menjadi masalah yang cukup serius kondisinya, volume Sampah menumpuk sekitar 4 meter lebih dari 200 kubik, terdiri dari Sampah rumah tangga, plastik hingga barang bekas lainya.
Luas area tumpukan sampah membentang sepanjang 200 m mencapai ketinggian 4 meter yang hampir menyentuh beton Tol,sebagian meluber menutupi akses Jalan dampak nya menimbulkan bau busuk yang tercium hingga radius puluhan meter, dampak nya mengganggu kenyamanan warga dan menurunkan omzet para pedagang UMKM disekitarnya berpotensi menimbulkan kesehatan, kebakaran serta mengganggu kontruksi jalan tol diatas nya.
Lurah Sungai bambu syaiful anwar turun langsung kelapangan untuk menanggapi dan menangani masalah sampah dikolong tol Kencana, rencananya beliu akan kordinasi dan pengerahan sumber daya untuk berkerja sama dengan suku dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara untuk mengetahui penyediaan armada dan petugas guna membersihkan tumpukan sampah dan menyediakan Alternatif pembuangan, agar warga tidak kesulitan disiapkan lokasi pembuangan resmi baru di TPS Danau Cincin kelurahan Papanggo sebagai pengganti TPS Kencana Sungai Bambu yang ditutup permanen .
Warga yang sulit untuk membuang sampah akan mendapat bantuan kusus ada nya penyediaan truk sampah serta menjamin tidak ada pungutan liar(Pungli) dalam proses pengangkutan sampah di lokasi akan dibangun posko pengawasan bersama pihak terkait, Satpol PP, dan kepolisian yg berjaga untuk mencegah penumpukan sampah kembali, dilokasi tersebut menurut nya langkah ini mendapat Apresiasi dari berbagai pihak karena tidak hanya pokus pada kebersihan, tetapi juga memberikan solusi Jangka panjang yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat , syaiful Anwar Lurah sungai Bambu mengatakan rencana nya di lokasi pembuangan sampah akan di bangun Posko bersama untuk penjagaan satpol PP FKDM yang bertugas untuk melakukan pengangkutan setiap hari pukul 06:00 sampai 13:00 wib menggunakan Kompaktor pembersihan hingga awal bulan Afril 2026 sudah mencapai 70 %.
Harapan kedepan nya, langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan masyarakat kelurahan sungai bambu karena tidak hanya fokus pada pembersihan, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat pungkas nya.
(Reporter, Andi Supriyanto)












