1 Tahun Pembangunan Kabupaten Bogor Jangan Mudah Menyematkan Sebagai Prestasi 

Uncategorized1961 Dilihat
banner 468x60

chakra- news.com // Bogor – Chakra news.com- Ketua LPRI Bogor ” A.Hidayat.ST menyikapi Branding Prestasi Pembangunan di Kabupaten Bogor.

Menurutnya 1 tahun Kinerja Bupati Bogor Rudy Susmanto jangan tergesa – gesa menyematkan soal Pembangunan di Kabupaten Bogor sebagai Prestasi.

banner 336x280

Sebab pembangunan yang dilaksanakan 1 Tahun kemarin itu Kita mengukurnya harus dengan kaca mata Persoalan secara utuh baik soal Pembangunan Infrastruktur maupun sarana Bangunan penunjang Tata Kota saja, sebab masih banyak persoalan – persoalan Sosial yang tersebar di 40 Wilayah Kecamatan dan Desa Kelurahan ini juga tidak boleh menjadi bagian dalam Pemerataan hak Keadilan Sosial untuk Masyarakat di Kabupaten Bogor.

Ya, ada hak Pelayanan Kesehatan yang masih belum merata di beberapa Wilayah di Kabupaten Bogor ini kok, belum lagi sarana penunjang Dunia Pendidikan yang masih kurang diperhatikan di Desa – desa Pedalaman ini juga persoalan yang harus di sodorkan ke Pemimpin Daerah, sebab RPJP maupun RPJM harus juga mengusulkan hak – hak Keadilan Sosial untuk Warga Masyarakat di Kabupaten Bogor.

Kita lihat saja berdasarkan Data Grafik Angka Pengangguran cukup besar kok di Kabupaten Bogor, belum lagi angka Kemiskinan belum ada perubahan angka pergerakan yang menuju Perbaikan tingkat menuntaskan angka Kemiskinan di Kabupaten Bogor.

Sorotan tajam banyak juga dari Adik – adik Mahasiswa dan Aktivis di Kabupaten Bogor, kalangan Aktivis menyoroti arahPembangunan di Kabupaten Bogoryang dinilai belum sepenuhnyamenyentuh kebutuhan mendasarMasyarakat.

Kritik tersebut terutama mengarah pada prioritas anggaranyang dianggap lebih dominan padaPembangunan Fisik, sementaralayanan Kesehatan dan Jaminan Sosialmasih menyisakan berbagai persoalan.

Dalam pernyataan tertulisnya, Seorang Aktivis menyebut Alokasi Anggaran Pembangunan yang mencapai

Ratusan Miliar hingga Triliunan Rupiahperlu diawasi secara ketat agartepat sasaran dan tidak membukacelah penyimpangan. la menilai, masifnya Pembangunan Infrastrukturbelum sepenuhnya sejalan denganpeningkatan Kualitas Hidup Warga.

“Masih ada jalan yang cepat rusak,Daerah Rawan Bencana yang butuh penanganan serius, hingga Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan yang belum Optimal. Di sisi lain, Gedung-gedung baru terus berdiri,” ujar dia.

Pembangunan yang seharusnya belum di butuhkan tahu tahu sudah direncanakan di Bangun, contoh soal pemugaran Taman Kota di Lapangan Tegar Beriman, lalu Tugu Lawang Kori, dan banyak Pembangunan Gedung lainnya di seputaran Stadion Pakansari, ini kan menurut Saya tidak merupakan kebutuhan mendesak untuk sebuah tata kota setingkat Kabupaten Bogor.

Lalu soal hak Sosial Masyarakatnya itu disorot juga persoalan tunggakan iuran BPJS Kesehatan dan akses layanan Kesehatan yang dinilai masihmenyulitkan sebagian Warga.

Aktivis tersebut mendorong Pemerintah

Daerah untuk memprioritaskan penyelesaian tunggakan serta pembenahan sistem layanankesehatan sebagai langkah Konkret mengentaskan Kemiskinan.

penyelesaian tunggakan sertapembenahan sistem layanan kesehatan sebagai langkah konkret mengentaskan kemiskinan.

Menurutnya, jaminan kesehatan yangkuat akan berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. “Jika kesehatan warga terjamin, pembangunan sumber daya manusia akan lebih optimal. Itu fondasi utama sebelum berbicara soal kemajuan fisik,” katanya.

Ditambahkan olehnya, ” kita lihat saja apakah pembangunan infrastruktur itu dapat dijadikan barometer prestasi sebuah kebijakan pembangunan seorang kepala daerah, menurut saya malah sebaliknya, ini merupakan kajian untuk di bicarakan apakah memang 1 tahun pembangunan di Kabupaten Bogor sebagai prestasi atau mungkin lebih pasnya sebagai evaluasi untuk kedepannya yang harus dilakukan oleh Bupati Bogor,” tegasnya

( Herman Koto)

banner 336x280

News Feed