Pembaharu Demokrasi Indonesia Tuntut Kapolri Segera Jadi Petani

Uncategorized67 Dilihat

Chakra-news.com – Jakarta 26-1-2026 // Menyoal pembahasan Polri bersama komisi III ketika menghadiri rapat kerja di Gedung DPR RI, perhatian publik tertuju pada pernyataan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menolak wacana Polri berada di bawah kementerian. Sigit tetap menolak meski dia dijadikan menteri dalam kementerian baru yang nantinya menaungi Polri. Kalaupun Saya yang menjadi menteri kepolisian, Saya lebih baik jadi petani,” kata Sigit dengan tegas.

Pernyataan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pembaharu Demokrasi Indonesia (PDI), Rahmat Rahayaan, yang akrab disapa R2 dalam keterangannya Senin, (26/1/2026).

Menurut Rahmat keputusan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan, memastikan kedaulatan bangsa serta mendorong kemandirian dari impor. Hal ini mencakup pengembangan lahan produktif, Diversifikasi pangan dan stabilitas harga.

“Dengan langkah ini, Bangsa Indonesia tidak akan bergantung pada negara lain untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Pangan menjadi fondasi utama yang dapat menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujar Rahmat Rahayaan.

Sebagai tindak lanjut, Rahmat Rahayaan menegaskan bahwa Pembaharu Demokrasi Indonesia akan mengadakan aksi demonstrasi serempak di berbagai daerah pada hari Jumat nanti, Dengan Tuntutan tunggal: “Mendesak Kapolri untuk segera menjadi Petani.” Aksi ini menjadi simbol dukungan publik terhadap pernyataan Kapolri yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan.

“Jika tarik-ulur terkait penempatan Polri di bawah Presiden dan kementerian terkait belum menemukan titik temu, maka langkah ini menjadi penting sebagai bentuk tekanan publik untuk mendukung kemandirian pangan bangsa,” pungkas Rahmat.