Koalisi Peduli Indonesia Apresiasi Pemerintahan Prabowo Subianto Berhasil Swasembada Pangan

Uncategorized301 Dilihat

Chakra-news.com – Jakarta – Koalisi Peduli Indonesia (KPI) menyampaikan apresiasi kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto atas keberhasilan Indonesia kembali meraih swasembada pangan, khususnya komoditas beras, pada akhir 2025.

Capaian ini diumumkan secara resmi dalam acara Panen Raya yang digelar di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (7/1/2026).

Dewan Pendiri Koalisi Peduli Indonesia (KPI), Hilman Firmansyah, menyebut keberhasilan tersebut sebagai tonggak bersejarah bagi sektor pertanian nasional.

Menurutnya, Indonesia secara resmi dinyatakan swasembada beras per 31 Desember 2025, mengulang prestasi serupa yang terakhir kali diraih pada 1984.

“Pada era Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan kembali terwujud. Ini menjadi pencapaian penting karena target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun, justru berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun pemerintahan,” ujar Hilman Firmansyah dalam keterangannya kepada wartawan Kamis, (8/1/2026).

Hilman juga memberikan penghargaan kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia yang dinilai berperan aktif mendukung program swasembada pangan melalui penguatan produksi, distribusi, dan perlindungan petani.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang 2025 tercatat mencapai 34,71 juta ton.

Angka ini meningkat sekitar 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan lonjakan produktivitas sektor pertanian.

Selain itu, BPS memproyeksikan puncak panen raya padi pada 2026 akan berlangsung pada Maret hingga April.

Sementara pada periode Januari–Februari 2026, luas panen diperkirakan meningkat signifikan hingga 30,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan estimasi produksi beras mencapai 6,23 juta ton pada tiga bulan pertama tahun ini.

“KPI berharap Kementerian Pertanian dapat menaikkan target produksi beras nasional tahun 2026 menjadi 34,77 juta ton guna menjaga keberlanjutan dan mempertahankan status swasembada pangan,” pungkas Hilman Firmansyah.