chakra-news.com // TTS,NTT — 4 Desember 2025 Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT ke-80 PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 digelar pada 25 November. Berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan momentum ini, termasuk upacara serentak di seluruh daerah di Indonesia.
PGRI telah merilis pedoman resmi pelaksanaan upacara dan acara puncak peringatan HUT PGRI dan HGN tahun ini. Pedoman tersebut memuat informasi mengenai rangkaian kegiatan, tata upacara, hingga ketentuan peserta di tingkat nasional maupun daerah.
Bupati TTS, Eduard Lioe, SH, MH, memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di halaman SD Negeri Hane, Desa Hane, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 25 November 2025.
Dalam amanatnya, Bupati TTS Eduard Lioe mengutip sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
“Hari ini, 25 November 2025, kita kembali berdiri tegak dalam balutan busana adat yang merefleksikan kebinekaan bangsa, untuk merayakan Hari Guru Nasional. Momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan kembali atas tugas mulia yang diemban oleh Guru: tugas mencerdaskan, membentuk karakter, dan menjaga masa depan Indonesia.
1. Guru Hebat, Indonesia Kuat: Fondasi Filosofi
Tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah ‘Guru Hebat, Indonesia Kuat’. Tema ini adalah sebuah pernyataan kausalitas yang tegas. Kami di Kemendikbudristek percaya bahwa tidak ada ‘Indonesia Kuat’ tanpa ‘Guru Hebat’. Guru hebat adalah guru yang:
2. Mengajar dengan hati, tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila.
3. Guru yang adaptif, mampu merangkul teknologi, namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.
4. Guru yang tergerak, terus berinovasi dan menjadikan kelas sebagai ruang yang penuh inspirasi dan minim diskriminasi,” ujar Bupati TTS Eduard Lioe, saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Seluruh peserta upacara berpakaian adat nuansa budaya daerah.( tim )
















