chakra – news .com // Jakarta Utara ,Jumat 28 nopember 2025 Kemacetan kembali terjadi di pintu masuk Stasiun Kereta Api Tanjung Priok pada jam-jam sibuk. Kepadatan lalu lintas terutama disebabkan oleh sejumlah mobil dan angkot yang parkir sembarangan tepat di depan gerbang utama stasiun. Kendaraan-kendaraan tersebut berhenti untuk menunggu penumpang atau menurunkan penumpang tanpa memperhatikan arus lalu lintas di sekitarnya. Akibatnya, jalur yang seharusnya digunakan untuk kendaraan yang melintas menjadi tersendat, bahkan sesekali terhenti total.
Pantauan tim Investigasi chakra- news.com di TKP melihat langsung bahwa kemacetan yang terjadi di depan pintu masuk Stasiun Kereta Api Tanjung Priok Jakarta Utara benar disebabkan adanya mobil angkot, mobil pribadi dan ojol yang parkir sembarangan pas di depan pintu tanpa mengindahkan peraturan.
AM enisial penumpang kereta api tujuan Kota tua mengatakan “ya ini kami sebagai penumpang sangat terganggu dengan adanya mobil angkot dan mobil pribadi sering mangkal pas di depan pintu masuk Stasiun akibat nya untuk jalan masuk stasiun aksesnya sangat susah di tambah ojol yang nunggu penumpang semakin menambah kemacetan yang parah,.
” Harapan nya agar ada aparat yang bertugas baik dari dinas perhubungan maupun dari kepolisian di tempatkan di depan pintu masuk Stasiun Kereta api Tanjung Priok terutama di jam-jam sibuk ungkapnya.
Situasi ini semakin diperburuk karena tidak terlihat adanya aparat yang bertugas untuk menertibkan lokasi, baik dari Dinas Perhubungan maupun pihak kepolisian. Ketiadaan petugas menyebabkan sopir angkot dan mobil pribadi semakin leluasa berhenti di area terlarang. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan para pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan potensi kecelakaan karena kendaraan saling berebut jalan di ruang yang sangat sempit.
Sejumlah penumpang yang hendak masuk ke stasiun mengeluhkan kurangnya pengawasan tersebut. Mereka berharap adanya tindakan tegas dari pihak terkait agar pintu masuk stasiun kembali lancar dan aman. Penataan ulang area drop-off, penempatan petugas secara rutin, serta pemasangan rambu larangan berhenti dinilai sebagai langkah mendesak untuk mengatasi masalah kemacetan yang terus berulang di kawasan tersebut.
( R Rumandan)














