GMKI Soe Lantik 46 Anggota Baru, Bertekad Menjadi Agen Perubahan

banner 468x60

chakra -news. com //TTS -NTT Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi melantik 46 anggota baru melalui rangkaian kegiatan kaderisasi yang berlangsung di Aula Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar SoE (STAKAS) yang bertempat di RT. 020/ RW.10, Desa Nulle,Kecamatan Amanuban Barat, selama 2 hari pada tanggal 22-23 November 2025.

Kegiatan Masa Perkenalan Anggota Baru (MAPER) GMKI SoE dihadiri oleh Senior GMKI, Badan Pengurus Cabang GMKI SoE, Pengurus Komisariat, Anggota Biasa, dan Anggota Baru yang berjumlah total 78 orang. Pada momentum tersebut, para Senior memfasilitasi kader baru dengan 8 materi yaitu: Sejarah GMKI, Visi dan Misi GMKI, Konstitusi GMKI, Moto GMKI, Tema Sub Tema GMKI, Lambang dan Mars GMKI, Public Speaking, dan Teknik Orasi.

banner 336x280

Ketua GMKI cabang Soe, Jitro Selan lewat rilisan whatsapp-Nya pada Senin, 24/11/2025, Pelantikan ini tidak hanya menjadi prosesi internal organisasi, tetapi juga momentum untuk menyuarakan kritik tajam terhadap berbagai persoalan sosial dan politik yang tengah membelit masyarakat. Dalam sambutannya yang bernada keras, Ketua GMKI Cabang SoE, menegaskan bahwa kader baru harus disiapkan menjadi suara perlawanan terhadap berbagai bentuk ketidakadilan di Bumi TTS.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap keadaan. Di sekitar kita, perempuan dan anak terus menjadi korban kekerasan, tetapi negara dan lembaga pendidikan sering gagal memberikan perlindungan. Kita hidup di tengah budaya yang membiarkan korban berjuang sendiri. GMKI harus berdiri di barisan yang menantang semua bentuk kekerasan yang merendahkan martabat manusia,” ujarnya.

Lanjut Jitro, Dinamika politik yang menurutnya semakin jauh dari kepentingan rakyat. Politik kita hari ini dipenuhi manuver elit yang sibuk mempertahankan kekuasaan, sementara rakyat hidup dalam kemiskinan ekstrem. Ketika kebijakan publik tidak menyasar penderitaan rakyat kecil, maka yang rusak bukan hanya kesejahteraan, tetapi juga moralitas bangsa.

Kemiskinan ekstrem yang masih menghantui banyak keluarga merupakan kegagalan kepemimpinan dari tingkat paling atas hingga paling bawah. Kita menyaksikan masyarakat berjuang untuk makan, sementara pemimpin sibuk berfoto dan berpidato di berbagai seremonial. Ini adalah krisis kepemimpinan, krisis keberpihakan.

Jika pemimpin tidak mampu mengangkat martabat rakyat, maka mereka kehilangan legitimasi moral. Dalam konteks tersebut, 46 anggota baru GMKI tidak boleh menjadi generasi yang pasif atau takut menantang struktur yang tidak adil. Kader GMKI tidak boleh tumbuh menjadi intelektual yang jinak.

Kita membutuhkan kader yang berani melawan budaya diam ketika perempuan dan anak disakiti, berani menginterupsi politik yang korup, berani menyuarakan penderitaan orang miskin, dan berani menyampaikan kebenaran meski tidak populer.

Dengan pelantikan ini, GMKI Cabang SoE berharap para anggota baru muncul sebagai generasi yang tidak hanya cerdas dan profesional, tetapi juga kritis, berani, dan memegang teguh suara profetik untuk menyatakan kebenaran di tengah dunia yang penuh manipulasi.

( TT)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


News Feed