ARM Desak KPK Periksa Jokowi, Menuk Pimpin Aksi Teatrikal di Depan Gedung Merah Putih

chakra-newa.com // JAKARTA — Aksi massa Gerakan Lintas Aliansi Adili Koruptor (Gladiator) menggema di depan Gedung Merah Putih KPK, Kamis (2/10/2025). Orasi dipimpin Menuk, Ketua organisasi ARM, dengan nada keras.

“KPK mandul, KPK banci. KPK tidak punya keberanian dalam menangkap semua penjahat yang ada di dalam lingkaran kekuasaan,” teriak Menuk dari atas mobil komando.

banner 336x280

Massa membawa spanduk dan melakukan aksi teatrikal menyerahkan “Jokowi” secara simbolik ke KPK. Menuk menyebut langkah itu sebagai ujian keberanian lembaga antikorupsi merespons tuntutan publik.

“Emak-emak yang tidak pernah takut, kami adalah Ibu Pertiwi yang melawan. Kami akan membawa Jokowi ke dalam KPK,” seru Menuk di hadapan peserta aksi.

Situasi sempat memanas saat barikade polisi menahan laju massa menuju pagar KPK. Menuk menuding aparat menghalangi aksi simbolik penyerahan sosok “Jokowi” kepada penyidik lembaga antirasuah.

“Kami hanya ingin secara simbolis memberikan Jokowi kepada anda. Tolong, silakan anda terima,” kata Menuk, sembari meminta aparat “menjembatani” massa dengan pihak KPK.

Menuk juga menantang pimpinan KPK keluar menemui pengunjuk rasa. Ia mempertanyakan komitmen lembaga dalam menindak dugaan korupsi yang dituding melibatkan lingkaran kekuasaan.

“Kami mau tahu apakah KPK sekarang berani atau masih tetap tidak punya kemaluan. Mana ketua KPK, mana wakil KPK?” pekiknya dari pengeras suara.

Di tengah dorong-dorongan kecil, Menuk menyerukan agar massa tetap terkendali dan mewaspadai provokasi. Aksi kemudian ditutup dengan yel-yel, takbir, dan pernyataan bahwa perjuangan mereka belum selesai.

“Dengan berakhirnya teaterikal ini, artinya kita sekarang sama-sama sudah tahu, tidak akan ada perubahan. Tetapi kami adalah rakyat dan daulat,” ujarnya.

( Rudi )