Aksi Damai di Patung Kuda: Ribuan Massa Serukan Tolak Anarkisme dan Jaga Persatuan

chakra- news. com // JAKARTA — Ribuan massa mengikuti aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025). Aksi ini digelar untuk menolak provokasi, anarkisme, serta upaya memecah belah bangsa.

Ustad Soleh, orator aksi, menyebut kegiatan ini bagaikan oase di tengah padang pasir. Menurutnya, aksi damai memberi hawa sejuk bagi masyarakat Indonesia pasca kerusuhan.

banner 336x280

“Aksi ini sungguh sangat menarik, bagaikan kuasa di tengah padang pasir. Memberikan hawa sejuk kepada masyarakat Indonesia, menolak anarkisme, provokasi, dan segala bentuk perpecahan bangsa,” ujar Soleh.

Momentum aksi, lanjutnya, ditujukan untuk meredam ketegangan yang muncul akibat kerusuhan penghujung Agustus lalu. Masyarakat diajak kembali normal menjalankan aktivitas dan memulihkan perekonomian nasional.

“Momennya untuk meredam ya, agar tidak terjadi kembali kerusuhan seperti akhir Agustus kemarin. Kita sebagai rakyat Indonesia kembali normal, kembali menjalankan perekonomian ini,” jelasnya.

Aksi ini diikuti berbagai elemen masyarakat lintas organisasi. Panitia memperkirakan lebih dari seribu orang hadir, bahkan jumlah peserta mendekati dua ribu massa.

“Dari berbagai elemen masyarakat ikut hadir. Banyak sekali. Diperkirakan di atas seribu orang, bahkan bisa mencapai dua ribu yang datang,” terang Soleh.

Ia menegaskan harapan agar aksi ini mampu mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan. Demonstrasi diperbolehkan, tetapi masyarakat diminta tetap menjunjung kondusivitas, tanpa kekerasan maupun perusakan fasilitas.

“Harapan aksi ini, ayo sama-sama kita menjaga rumah besar kita Indonesia. Jangan kita rusak. Silakan demo, tapi jaga kondusivitas, jangan anarkis,” kata Soleh.

Ia menambahkan pesan tegas agar masyarakat tidak melakukan tindakan perusakan maupun penjarahan. Aspirasi rakyat harus disalurkan dengan cara damai tanpa mengorbankan ketertiban umum dan keamanan nasional.

“Jangan ada vandalisme, apalagi merusak serta menjarah. Aspirasi boleh disampaikan, tapi kita tetap harus menjaga kedamaian dan persatuan bangsa,” pungkasnya.

 

(Rudi coy)