Ari Sumarto Taslim: Antrean Ribuan Pelamar Kerja di Cianjur Tunjukkan Krisis Lapangan Kerja Nasional

Uncategorized594 Dilihat
banner 468x60

chakra-nrws.com – // Sebuah video viral memperlihatkan ribuan pencari kerja mengantre di sepanjang Jalan Siliwangi, Cianjur, Jawa Barat. Video yang diunggah akun Instagram @cianjurtea\_ pada Senin (14/7/2025) itu langsung menyita perhatian publik dan memicu keprihatinan luas.

banner 336x280

Tampak dalam video, para pelamar berpakaian rapi hitam putih dan membawa amplop cokelat berisi lamaran kerja, berdiri sejak pagi untuk menyerahkan dokumen ke sebuah toko ritel baru yang membuka lowongan kerja secara besar-besaran.

> “Ribuan pelamar terus memadati kawasan Santiong, Jalan Siliwangi, Cianjur, untuk melamar pekerjaan di sebuah toko ritel hits,” tulis keterangan unggahan tersebut.

*Respons Netizen: Harapan dan Doa untuk Para Pencari Kerja*

Fenomena ini langsung menyentuh hati masyarakat di media sosial. Banyak warganet mendoakan dan memberikan semangat kepada para pencari kerja yang sedang berjuang.

> “Mudahkanlah urusan mereka, ya Allah,” tulis akun @fa\*\*\*\***h.
> “Semangat, teman-teman semua,” sahut akun lainnya, @rs**n.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak toko ritel mengenai jumlah posisi yang dibuka maupun tahapan seleksi berikutnya. Namun, tingginya antusiasme pelamar memperlihatkan *besarnya kebutuhan akan lapangan kerja di wilayah tersebut.*

*Ari Sumarto Taslim: Ini Alarm Serius bagi Dunia Usaha dan Pemerintah*

Menanggapi situasi ini, praktisi usaha nasional *Ari Sumarto Taslim,* yang juga alumni SMAN 30 Jakarta, menyatakan bahwa antrean ribuan pelamar adalah *cerminan nyata ketimpangan dunia kerja di Indonesia.*

> “Antrean panjang hanya untuk satu lowongan kerja memperlihatkan betapa kritisnya situasi ketenagakerjaan kita. Ini bukan sekadar soal kurangnya lowongan, tapi juga sistem ekonomi yang belum bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ari.

Ia menegaskan pentingnya *percepatan penciptaan lapangan kerja baru,* terutama di sektor padat karya seperti industri, pertanian, dan UMKM, yang bisa menyerap tenaga kerja lokal secara luas.

> “Pemerintah perlu berperan aktif, tidak hanya sebagai regulator, tapi juga fasilitator dan akselerator penciptaan kerja,” tambahnya.

Ari juga mengimbau agar sektor ritel tidak sekadar membuka lowongan temporer, tetapi turut menghadirkan *sistem kerja yang berkelanjutan,* lengkap dengan pelatihan keterampilan bagi tenaga kerja baru.

*Satu Video, Seribu Suara: Desakan untuk Solusi Ketenagakerjaan*

Antrean panjang di Cianjur bukan hanya konten viral, melainkan *refleksi tekanan ekonomi masyarakat*. Krisis ketenagakerjaan, seperti diungkap Ari Sumarto Taslim, harus ditangani secara kolaboratif oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

> “Kalau kita tidak bergerak cepat, antrean semacam ini akan terus terjadi di banyak tempat. Kita butuh solusi nyata, bukan sekadar simpati,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


News Feed