Perubahan Bank DKI Menjadi Bank Jakarta, Meninggalkan Sejumlah Masalah Finansial

Uncategorized760 Dilihat
banner 468x60

chakra-news.com – Jakarta // Bank DKI resmi merubah nama menjadi Bank Jakarta pada Minggu, 22 Juni 2025. Pergantian nama ini menimbulkan berbagai spekulasi publik. Banyak pihak menilai langkah tersebut bukan sekadar rebranding semata, melainkan upaya sistematis untuk menghapus jejak persoalan yang selama ini membelit manajemen Bank DKI.

banner 336x280

Salah satu suara kritis datang dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. Ia mengungkapkan sederet kejanggalan dan meninggalkan masalah finansial.

“Bank Jakarta mengalami penurunan laba yang cukup tajam. Pada tahun 2023, perusahaan masih mampu meraup laba berjalan sebesar Rp 1 Triliun. Namun, di tahun 2024 hanya mencatatkan laba sebesar Rp 779 Miliar,” kata Uchok Sky Khadafi dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa, (15/7/2025).

Penurunan laba ini, menurut Uchok Sky, tidak ditanggapi serius oleh jajaran direksi maupun komisaris Bank Jakarta.

“Mereka terlihat masa bodoh. Yang penting anggaran operasional untuk biaya karyawan tetap mengalir deras, yakni sebesar Rp 1,1 Triliun pada tahun 2024, naik dari Rp 978 Miliar pada tahun 2023,” sindir Uchok Sky.

Tak hanya itu, Uchok Sky juga menyoroti dugaan kebocoran dana perusahaan yang nilainya fantastis, yakni mencapai sebesar Rp100 Miliar. Anehnya, Menurut dia, pihak Bank Jakarta justru tampak santai menghadapi masalah besar tersebut.

“Tidak ada pertanggungjawaban serius. Mungkin dana sebesar Rp 100 Miliar itu dianggap bukan dana nasabah sehingga di diamkan saja,” ucap Uchok Sky dengan nada satir.

Ia juga membeberkan kejanggalan lain terkait penyertaan saham Bank Jakarta pada perusahaan PT Asuransi Bangun Askrida sebesar Rp 17,337 Miliar Per 31 Desember 2024. Namun, anehnya, tidak ada pendapatan deviden yang masuk ke Bank Jakarta dari penyertaan tersebut.

“Ini sangat janggal, Penyertaan saham seharusnya memberikan hasil. Tapi ini justru tidak menghasilkan deviden sama sekali. Perusahaan malah terkesan buang-buang uang,” imbuhnya.

Uchok Sky pun memperingatkan bahwa dengan kondisi tersebut, Bank Jakarta terancam bangkrut. “Kalau seperti ini terus, tidak menutup kemungkinan Bank Jakarta akan menghadapi kebangkrutan. Nasibnya bisa sial terus: Laba turun sebesar Rp 221 Miliar, tidak dapat dividen dan dana perusahaan bocor,” tegasnya.

Ia mendesak agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pemegang saham mayoritas turun tangan dan melakukan Audit menyeluruh terhadap kinerja keuangan Bank Jakarta.

“Masyarakat Jakarta berhak tahu ke mana uang daerah ini mengalir. Jangan sampai Bank Jakarta menjadi beban baru dalam dunia perbankan milik pemerintah daerah,” papar Uchok Sky.

Sampai berita ini dipublikasikan, Bank Jakarta belum memberikan jawaban atas pernyataan dari Uchok Sky Khadafi tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


News Feed