Dirtipid PPA PPO Brigjen Nurul full Paparan

Chakranewa.Com // Jakarta — Bahwa pada hari ini kami ingin menyampaikan beberapa perkembangan hasil asesmen terhadap 699 WNI. Tadi mungkin ada perbedaan ya, beliau menyampaikan 569, nanti 569 nanti akan ada rinciannya, seperti itu.

Yang telah dipulangkan oleh pemerintah Indonesia dari Myanmar melalui Thailand, yang bekerja sebagai operator skamer di beberapa perusahaan di Myanmar dan juga sebagai korban tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.

banner 336x280

Kemudian jumlah warga negara yang telah dipulangkan sebanyak 699 tersebut berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Antara lain dari Sumut, kemudian Jakarta, Bangka Belitung, Jabar, Jatim, Jateng, Kalbar, Sulut, Riau, Kepri, Sumsel, dan lain-lain.

Kemudian pemulangan tersebut terjadi dalam beberapa periode di bulan Februari dan bulan Maret 2025. Dengan rincian yaitu tanggal 22 Februari 2025 sebanyak 46 orang.

Kemudian di tanggal 28 Februari sebanyak 84 orang. Di tanggal 18 Maret sebanyak 400 orang, sebagaimana tadi disampaikan oleh Bapak Ses SNCB. Kemudian di tanggal 19 Maret sebanyak 169 orang.

Kemudian terhadap 699 orang tersebut telah dilakukan di tempat assessment yaitu di RPTC Kemensos, dan di Asrama Haji di Pondok Gede.

Ada pun modus perekrutan tersebut dominannya adalah direkrut melalui media sosial yaitu melalui Facebook, kemudian melalui Instagram dan Telegram dengan jenis tawaran pekerjaan sebagai customer service, dengan upah sebesar 25 ribu sampai dengan 30 Bath yang jika kita rupiahkan menjadi Rp10.000.000 sampai dengan Rp15.000.000 per orang. Dan juga fasilitas tiket serta biaya keberangkatan telah disiapkan oleh para perekrut.

Kemudian di dalam melaksanakan aktivitas pekerjaan selama di Myawaddi diwajibkan agar dapat mencapai target korban tertentu, berupa mendapatkan nomor telepon untuk calon korban online scam. Sehingga apabila tidak mencapai target korban, maka akan mendapatkan hukuman yaitu berupa tindakan kekerasan, berupa kekerasan secara verbal, non-verbal dan pemotongan gaji yang telah dijanjikan.

Selanjutnya dari 699 orang tersebut sebanyak 116 orang telah bekerja sebagai atau dalam bidang online scam secara berulang.

Kemudian dari hasil asesmen yang telah dilakukan oleh teman-teman penyidik, berdasarkan keterangan korban dan barang bukti maka dapat dikelompokkan dalam lima kelompok terduga pelaku.

Yang pertama adalah BR, BR ini merupakan hasil asesmen pemulangan yang tahap 1 panggal 21 Februari 2025. Kemudian EL alias AW itu hasil asesmen pemulangan tahap kedua tanggal 28 Februari 2025 dan pemulangan tahap ketiga tanggal 18 Maret 2025.

Kemudian RI yaitu hasil asesmen pemulangan tahap ketiga tanggal 18 Maret 2025. HR hasil asesmen pemulangan tahap ketiga tanggal 18 Maret 2025 dan HRR hasil asesmen pemulangan tahap ketiga tanggal 18 Maret 2025.

Kemudian, tindaklanjut daripada asesmen yang telah dilakukan oleh penyidik telah diterbitkan 3 laporan polisi sebagai dasar untuk dilakukannya penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Sampai dengan saat ini, Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri telah menetapkan 1 orang tersangka dengan inisial HR (27) pekerjaan karyawan swasta dan berdomisili di Bangka Belitung, dimana tersangka HR pada saat ini ikut dalam pemulangan para korban dari negara Myanmar.

Kemudian, modus operandinya yaitu bahwa tersangka menjanjikan atau menawarkan pekerjaan sebagai customer service di luar negeri dengan negara tujuan Thailand. Namun, korban diberangkatkan ke negara Myanmar dan bekerja sebagai pelaku online scam dan korban tidak mendapatkan upah sesuai yang telah dijanjikan. Ada pun pasal yang diterapkan yaitu Pasal 4 Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 81 Undang-Undang nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta.

Kemudian kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk menjerat aktor intelektual dan pihak-pihak yang terlibat dalam memuluskan pengiriman pekerja migran secara ilegal. Pada kesempatan ini kami menekankan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan mudah tergiur dengan bujuk rayu, iming-iming baik melalui perekrut ataupun sponsor atau melalui media sosial yang menjanjikan pekerjaan di luar negeri dengan gaji yang tinggi, fasilitas yang mewah. Kemudian pastikan seluruh warga negara mendapatkan informasi dari dinas terkait yang membidangi pekerjaan untuk migrasi yang aman dan nyaman.

Kemudian perlu kami sampaikan bahwa tindakan-tindakan tersebut adalah merupakan salah satu tujuan daripada pembentukan Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO yang saat ini baru ada di tingkat Mabes Pori yang kita doakan bersama, mohon doanya rekan-rekan media. Dalam waktu yang tidak terlalu lama kami memiliki kaki-kaki di Polda Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO di Polda. Kemudian tujuan daripada pembentukan Direktorat tersebut adalah untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan, anak, kemudian kaum rentan lain serta pemberantasan terhadap perdagangan orang.

Kemudian juga melaksanakan pengembangan terhadap mekanisme penanganan mulai dari penyelidikan, penyidikan, kemudian pelindungan repatriasi dan pemulihan oleh Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO. Kemudian juga dengan tujuan memberikan keadilan bagi para korban daripada Tindak Pidana PPA dan PPO serta mendorong bahwa ini semua menjadi kewajiban daripada negara, kemudian peran serta daripada keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan, anak, dan pencegahan terhadap terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Kemudian kami juga dari Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO saat ini gencar melakukan kampanye atau melakukan sosialisasi dan edukasi yang kami berikan nama Rise and Speak yang mana kami mengimbau untuk para korban atau siapapun yang melihat terjadi kekerasan di sekitarnya untuk berani bicara. Dengan berani bicara maka itu akan menyelamatkan sesama atau menyelamatkan diri sendiri dan menyelamatkan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mungkin itu yang bisa kami sampaikan.(21/3)