Miris! Program Sertifikat Tanah Gratis 2024 Desa Pranggong Kecamatan Arahan Di Duga Ada Pungli Dan Bau Korupsi  

Uncategorized1182 Dilihat

CHAKRANEWS,COM // indramayu— Masyarakat Desa Pranggong menyambut dengan gembira ketika mendengar informasi yang sangat baik di desanya akan ada program PTSLyang dapat mandat dari Pemerintah untuk,program sertifikat gratis di Desa Pranggong kecamatan arahan kabupaten Indramayu Jawa barat

Masyarakat Desa Panggon mendapat program dari pemerintah kalau istilah dulu namanya PRONA mendapatkan sekitar 300 lebih pembuatan sertifikat gratis yang

banner 336x280

di prioritaskan untuk masyarakat yang kurang mampu namun pada kenyataannya di Desa Pranggong kecamatan arahan tanah di 17 RT dan 3 RW di ukur semua oleh Pamong Desa dengan alasan penertiban tanah darat bukan cuma Pamong Desa Ketua RT 16 dan BPD Mustofa juga ikut mengukur – ngukur tanah di blok Waled tersebut.

Program yang sangat bermanfaat besar bagi masyarakat yang kurang mampu namun sungguh sangat miris dalam kegiatan program tersebut ada dugaan yang sangat Kuat.Praktek pungli dan berbau korupsi.dugaan ini di dasari adanya beberapa masyarakat yang sertifikatnya Sudah jadi.

Masyarakat tersebut berinsial SRT, warga RT 03 BLI warga RT 11 ENH warga RT 12 contoh tiga nama masyarakat yang di punguti biaya ketika daftar ikut mengajukan program Sertipikat Gratis, akan tetapi anehnya kok bayar sebesar Rp150.000.

namun ketika setelah jadi sertipikat tersebut bayar lagi sebesar Rp. 200.000.menurut keterangan ENH kepada wartawan

Ketika awak media mendatangi masyarakat Rt11, H. JN menerangkan kepada wartawan ” Sudah 3 bulan lebih mendaftarkan ke Kantor Desa Pranggong untuk ikut program Sartifikatnya gratis padahal sudah membayar Rp.150. 000.namun tidak kunjung jadi ” Kata H.JN dan H.RK. Kamis tanggal,09/01/2025

Keduanya semangat mendatangi Kantor Desa Pranggong Hendak mengambil sertifikat. setelah keduanya di kantor Desa di temui saudara Soleh pamong desa Pranggong yang awalnya menerima uang pendaftaran warga sebesar Rp.150.000 Per warga yang hendak bikin sertifikat.

Namun pil pahit ibaratnya yang diterima sertifikatnya nggak Jadi cuma di kembalikan Uang pendaftarannya saja kedua warga RT 11,merasa seolah hal Ini ada permainan di Internal pemerintahan desa. Karena terkesan Tebang pilih” Jelas H JN.

Ditempat yang berbeda Kuwu Desa Pranggong saat di konfirmasi Via Telpon atau pesan WhatsApp menyatakan

” Program sertipikat itu Gratis ada yang jadi ada yang nggak” Ujarnya

Di blok RT 11 nggak tahu ada apa padahal di ajukan kok di tolak

Kuwu desa Pranggong saripudin menambahkan bagi warga yang sertifikatnya nggak jadi silahkan hubungi Soleh akan di kembalikan uang tersebut” Jelas Kuwu pada wartawan.

(TIM)