WARGA DESA TEPIAN LANGSAT BENGALON KELUHKAN PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT DARI PEMBUATAN JALAN HAULING.

Uncategorized1590 Dilihat
banner 468x60

Bengalon // ChakraNews.com— Banyaknya proyek penambangan Batu Bara dan Hauling diwilayah tepian Langsat,tepatnya disepanjang jalan Poros,Bengalon Muara Wahau KM 90,RT 04/RW 02,membuat warga resah,pasalnya masyarakat disekitar tepian Langsat sangat terganggu dengan Suara mesin alat berat, yang dipergunakan untuk penambangan batu bara dan pembuatan jalan Hauling. belum lagi sumber air yang biasanya bersih sekarang ini warga mendapatkan air yang biasa digunakan sehari-hari menjadi keruh seperti air kolak,lumpur sudah mulai mengalir keperkebunan penduduk, bahkan rumah salah satu warga sekarang ini dalam keadaan miring akibat tanah disamping rumahnya sedang berjalan penambangan batu Bara, yang kebetulan lokasinya dekat sekali dengan penambangan,hanya berjarak sekitar kurang lebih 200m.

Saat diwawancarai oleh tim media online ChakraNews.com warga yang tidak mau disebutkan namanya,mengatakan bahwa benar,rumah saya sekarang ini sudah miring,bahkan Air untuk mandi dan cuci sudah tidak bisa dipakai,karna sudah benar benar keruh,hal ini sudah sering kali kami sampaikan kepada PT KPC,selaku penambang batu bara dan kepala Desa serta pihak PT LMA,sampai hari ini kami sebagai warga belum mendapatkan kejelasan,bahkan pernah seminggu yang lalu waktu hujan deras semua lumpur masuk kekebun saya,sudah saya foto.

banner 336x280

Informasi yang diterima oleh tim media online ChakraNews.com langsung direspon,dan langsung investigasi kelapangan dan mendapatkan bukti-bukti adanya pencemaran lingkungan diduga diakibatkan dari penambangan Batu bara, dan Hauling.dengan didampingi Tim LBH Chakra Bersatu warga melaporkan hal tersebut ke kepala Desa,namun karna kondisi sudah sore kegiatan dikantor Desa sudah tutup,akhirnya warga dan tim media menyambangi rumah pak kades.

Saat ditemui dikediaman nya Zaky Hamzah selaku kepala desa Tepian Langsat yang sudah menjabat 2 periode mengatakan”bahwa sudah lama memang warga jln poros muara Wahau KM 90 RT04/RW 02 mengeluh permasalahan tentang pencemaran lingkungan akibat dari penambangan batu bara,persoalan ini sudah sering kami bahas dengan pak camat dan Kadus untuk mencari solusi dari permasalahan ini”bahkan kami pernah mengadakan pertemuan dengan pihak PT Kaltim prima coal (KPC) dalam hal ini adalah PT yang melakukan aktifitas penambangan dilokasi dan PT LMA selaku kontraktor pembuatan jalan Hauling,kami juga mengundang warga untuk mendengar kan keluhan nya, tetapi memang belum tercapai kesepakatan karna ada beberapa warga yg menginginkan kompensasi berupa uang,ada juga yang menginginkan Air bersih berikut tandon nya.

PERS CHAKRA NEW
BerPihak Pada KeBenaran

Di tempat terpisah pengacara lembaga bantuan hukum Chakra bersatu Julianta Sembiring SH.SE melalui saluran teleponnya mengatakan atas keluhan warga Jln Poros Muara wahau RT 04 RW02 harus segera mendapatkan penanganan berkaitan pencemaran lingkungan diduga akibat dari penambangan Batu bara yang membuat tercemarnya air bersih untuk dipergunakan keperluan sehari-hari.

Permasalahan ini sangat fundamen terutama air menjadi kebutuhan masyarakat yang tidak bisa dipungkiri tanpa air bersih masyarakat akan terkena banyak sekali penyakit dan lain lain.sebaiknya perusahaan-perusahaan yang mencari keuntungan dari penambangan atau pun usaha apapun jangan mengabaikan keluhan masyarakat segera diadakan pertemuan untuk memenuhi keinginan dari masyarakat yaitu kompensasi uang ataupun suplay air bersih dan tandon air,terutama anak yang masih sekolah wajib mendapatkan susu atau gizi secara gratis untuk mereka sehat menjadi calon calon pemimpin kedepannya.dalam hal ini perusahaan wajib memperhatikan dampak apa yang diakibatkan dari aktifitas yang sedang berjalan dilingkungan yang mereka tinggali bertahun-tahun jangan sampai menjadi permasalahan hukum yang nantinya perusahaan juga merugi.

Saat konfirmasi dikantor LMA,Jumat 20-12-2024, ibu julehah selaku perwakilan dari PT LMA mengatakan nanti akan datang sore dihari Jumat sekitar pukul 17 : 00 WIb perwakilan dari PT LMA,bahkan meminta nomer pak RT dan pak kades,tetapi setelah ditunggu pak RT dan warga sampai jam 22:34 WIb pihak dari PT LMA tak kunjung datang,tim media ChakraNews.com juga mengkonfirmasi PT Kaltim prima coal (KPC) yang berada diBengalon tetapi diarahkan oleh pak agus ke pusat Sangata diKantor S11 disana diterima oleh pak Wahyu beliau mengatakan para penanggung jawab sudah cuti,menyambut Natal dan tahun Baru.

Karna tidak mendapatkan kejelasan akhirnya warga Tepian Langsat memberhentikan proyek pengerjaan Hauling yang dikerjakan oleh PT LMA,menyuruh pekerja mengangkat alat berat dan sementara berhenti aktivitas pengerjaan dilapangan,saat diwawancarai,pak Febri selaku penanggung jawab dilapangan mengatakan “nanti akan ada perwakilan dari perusahaan kami untuk bertemu warga, insyaallah akan mencari solusi terkait keluhan warga Tepian Langsat tuturnya”

Setelah menunggu lama,warga dimediasi oleh pak Suriyanto selaku ketua RT 04/RW 02 dan bapak Kadus H Darwis menanyakan apa saja yang menjadi tuntutan dan permintaan dari warga,nanti akan langsung disampaikan,dengan kesepakatan dan musyawarah akhirnya warga meminta air bersih berikut tandon nya dan kompensasi”insyaallah akan saya sampai kan keperusahaan dan semoga segera terealisasikan,karna warga wajib diperhatikan kesehatan lingkungan maupun ketenangan ucap H.Darwis saat memberikan pemaparan kewarga tepian Langsat.

(Novi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


News Feed