PPP DKI Akan Tindak Tegas Oknum yang Mengatasnamakan PPP di Pilkada Jakarta

banner 468x60

Chakra News.Com // Jakarta — Dinamika Pilkada Daerah Khusus Jakarta (DKJ) yang tinggal 25 hari lagi semakin menarik untuk disimak. Berbagai upaya manuver pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur semakin banyak dilakukan. Salah satunya adalah penyesatan informasi kepada publik seolah-olah partai pendukung paslon tidak solid mendukung calonnya.

Terbaru, Kamis (31/10/2024) segelintir orang mengatasnamakan partai pendukung Ridwan Kamil – Suswono (RIDO) mendatangi rumah Calon Gubenur Pramono Anung, yang diusung PDIP, dan menyatakan mendukung pasangan Pramono – Rano Karno. Salah satunya pihak yang mengaku pengurus DPW PPP DKI Jakarta.

banner 336x280

Hal ini disikapi serius oleh Ketua DPW PPP DKI Jakarta, H. Saiful Rachmat Dasuki. Saiful menegaskan bahwa orang-orang tersebut bukan pengurus PPP DKI Jakarta dalam tingkatan manapun baik DPW, DPC, PAC ataupun Ranting. Saiful menyayangkan ada oknum yang berani menjual partainya hanya untuk ikut bermain di Pilkada Jakarta.

“Kami klarifikasi bahwa orang-orang yang hadir dalam pertemuan dengan Mas Pram adalah bukan pengurus PPP DKI Jakarta di level manapun” ucap Saiful. “Dan kami menyayangkan manuver politik yang tidak etis oleh paslon lain dengan membawa-bawa PPP ke kubu mereka. Bila mereka yakin menang, harusnya percaya diri dong dengan partai pengusungnya, tidak perlu bawa-bawa partai KIM Plus yang sudah solid mendukung Ridwan Kamil dan Suswono” lanjut Saiful.

Saiful menegaskan agar tidak ada lagi pihak-pihak yang mengatasnamakan PPP DKI Jakarta dalam kontestasi Pilkada Jakarta untuk mendukung paslon lain selain Ridwan Kamil dan Suswono.

“Kami akan lakukan tindakan tegas yang dipandang perlu terhadap pihak-pihak yang mengastanamakan PPP dalam Pilkada Jakarta. Masih banyak cara atau organ yang bisa dimainkan oleh orang-orang tersebut tanpa harus bawa-bawa PPP” tegas Saiful.

Di sisi lain Saiful juga meminta partai-partai koalisi pendukung RIDO agar tetap solid dan komunikatif.

“Tim Kampanye dan paslon RIDO di sisi lain juga harus merubah cara komunikasi dan permainannya yang dapat membuat kekecewaan pimpinan partai. Kami tentunya berharap saling keterbukaan antar partai politik pengusung RIDO” beber Saiful.

“Terlalu kalkulatif pendekatannya sementara teori dasar politik 2 tambah 2 belum tentu sama dengan 4. Artinya semua partai memiliki basis dan kekuatan di tiap segmen partai politik masing-masing” jelas Saiful.

“Ini yang perlu disadari khususnya oleh Ketua TKD RIDO bahwa kolaborasi kekuatan besar partai KIM Plus baik parlemen maupun non parlemen harus bisa diakomodir dan dimaksimalkan untuk kemenangan RIDO” tutup Saiful.

( Tim )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


News Feed