Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika: Kebijakan Strategis Prabowo Sebagai Trilogi Ketahanan yang Menjadi Arsitektur Masa Depan Indonesia

Berita60 Dilihat
banner 468x60

Chakra-news.com – JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika, Iwan Bento Wijaya, menilai kebijakan strategis Presiden Prabowo Soebianto merupakan konsep Trilogi Ketahanan, gagasan strategis ini bertujuan membangun fondasi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

banner 336x280

Menurut Iwan Bento Wijaya, trilogi tersebut terdiri atas tiga pilar besar, yakni human development, independent power, dan circular economy, yang saling terhubung sebagai kerangka pembangunan nasional untuk menjawab tantangan masa depan, mulai dari penanganan yang bijak terhadap perkembangan artificial intelligence (AI), ketahanan energi, hingga penguatan ekonomi rakyat berbasis produksi domestik.

“Trilogi Ketahanan bukan sekadar program sektoral, melainkan arsitektur pembangunan bangsa. Negara harus hadir bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi mempersiapkan kualitas generasi masa depan, memperkuat kemandirian energi, serta menciptakan sistem ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap guncangan global,” ujar Iwan Bento Wijaya dalam keterangannya.

*Human Development: Negara Hadir Menyiapkan Generasi Masa Depan Yang Unggul*
Iwan menjelaskan bahwa makna human development dalam Trilogi Ketahanan berangkat dari pemahaman bahwa akses terhadap makanan bergizi melalui program Makan Bergizi Gratis tidak boleh dipandang semata-mata hanya sebagai pemberian konsumsi bagi peserta didik.
Akan tetapi Lebih jauh, program tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini agar mampu menghadapi perkembangan teknologi modern, khususnya artificial intelligence, secara produktif, etis, dan bijaksana.

“Program makan bergizi gratis harus dipahami sebagai investasi negara terhadap kualitas manusia Indonesia, ditengah angka stanting yang tinggi. Ini bukan hanya soal makan, tetapi soal membangun generasi unggul yang sehat, cerdas, kompetitif, dan siap menghadapi era teknologi tanpa kehilangan orientasi kebangsaan,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan manusia merupakan fondasi utama bagi konsep pembangunan negara berkelanjutan karena kualitas sumber daya manusia akan menentukan kemampuan bangsa dalam menghadapi kompetisi global di masa mendatang.

*Independent Power: Kemandirian Energi sebagai Wujud Kedaulatan*
Pada pilar kedua, Iwan menilai konsep independent power merupakan jawaban strategis atas ketidakpastian geopolitik dunia yang sering kali berdampak pada fluktuasi harga energi global.
Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut mendorong desentralisasi ketenagalistrikan agar setiap provinsi atau wilayah memiliki ketahanan energi sendiri, sekaligus memperkuat kemandirian energi domestik dalam memenuhi kebutuhan nasional.

“Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada dinamika eksternal. Tetapi, setiap daerah harus memiliki kemampuan menopang kebutuhan energinya sendiri, baik melalui optimalisasi potensi lokal maupun penguatan sumber energi domestik seperti minyak, gas, dan energi alternatif,” ujar Iwan.

Menurutnya, pendekatan ini penting agar Indonesia memiliki sistem ketahanan energi yang lebih adaptif, merata, dan tahan terhadap tekanan geopolitik internasional.

*Circular Economy: Ekonomi Kerakyatan yang Terintegrasi*
Lebih lanjut, Iwan menilai pilar circular economy menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari level masyarakat bawah.

Ia menjelaskan bahwa ekonomi sirkular yang dimaksud merupakan integrasi antara program dapur penyedia Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih yang saling terhubung dalam satu ekosistem ekonomi mikro.

Skema tersebut, kata dia, menciptakan hubungan ekonomi yang konkret antara nelayan, petani, peternak, koperasi, dan rantai distribusi pangan nasional sehingga tercipta kepastian pasar bagi sektor produksi rakyat.

“Ketika hasil tangkapan nelayan, hasil panen petani, dan produksi peternak terserap melalui sistem yang terintegrasi, maka negara sedang membangun benteng ekonomi nasional dari bawah. Inilah yang menjadi barrier utama agar ekonomi Indonesia tetap kuat menghadapi tekanan global,” katanya.

Ia menambahkan, konsep tersebut tidak hanya berfungsi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat stabilitas ekonomi nasional melalui penciptaan ekosistem produksi dan distribusi yang berkelanjutan.

Menyiapkan Indonesia yang Tangguh dan Berkelanjutan
Sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki perhatian terhadap pembangunan nasional, Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika memandang Trilogi Ketahanan sebagai paradigma pembangunan yang menghubungkan kualitas manusia, kedaulatan energi, dan penguatan ekonomi rakyat dalam satu strategi besar kebangsaan.

“Jika dijalankan secara konsisten, Trilogi Ketahanan akan menjadi pondasi Indonesia yang lebih tangguh, berdaulat, dan berkelanjutan. Ketahanan bangsa pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan politik dan fiskal, tetapi oleh kualitas manusianya, kemampuan energinya, dan kokohnya ekonomi rakyat,” tutup Iwan Bento Wijaya.

banner 336x280

News Feed