chakra-news.com // Kominfotik JU – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, sebanyak 150 pengurus masjid dan panitia pemotongan hewan di Jakarta Utara mengikuti sosialisasi penerapan kesejahteraan hewan dan higiene sanitasi pada pemotongan hewan kurban tahun 2026 di Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (19/5).
Pelaksanaan sosialisasi dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pada Selasa (19/5) diikuti 100 peserta yang berasal dari Kecamatan Tanjung Priok, Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading. Sementara tahap kedua akan digelar Sabtu (23/5) di Masjid Raudhatul Jannah, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, dengan melibatkan 50 peserta dari perwakilan DMI Kecamatan Penjaringan dan Pademangan.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Utara, Novy Christine Palit mengatakan, sosialisasi ini bertujuan membekali panitia kurban dengan pengetahuan teknis terkait perlakuan hewan sebelum disembelih, tata cara penyembelihan yang benar, penanganan daging, hingga pengelolaan limbah hasil pemotongan.
“Tujuan kegiatan sosialisasi ini untuk membekali pengurus masjid dan panitia pemotongan hewan dengan pengetahuan dan keterampilan teknis perlakuan terhadap hewan sebelum disembelih, cara pemotongan hewan kurban yang benar, penanganan hewan setelah disembelih, penanganan daging, serta pengelolaan limbah hasil pemotongan hewan kurban,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2025 tentang perubahan atas Pergub Nomor 10 Tahun 2022 mengenai pedoman penyelenggaraan pemotongan hewan kurban.
Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan materi terkait tata laksana penyembelihan dan penanganan daging hewan kurban serta kurban dalam ajaran Islam.
Novy juga mengungkapkan, pihaknya terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban untuk mencegah Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Anthrax, dan Lumpy Skin Disease (LSD). “Sejak Januari hingga April 2026, kami telah melakukan vaksinasi PMK terhadap 225 ekor sapi di peternakan Jakarta Utara,” terangnya.
Selain vaksinasi, pemeriksaan kesehatan hewan dan dokumen lalu lintas ternak juga dilakukan di lokasi penjualan maupun penampungan hewan kurban. Hingga 18 Mei 2026, sebanyak 3.483 ekor hewan kurban telah diperiksa, terdiri dari 2.130 sapi, 1.174 kambing, dan 179 domba di 51 lokasi penjualan dan penampungan hewan kurban. “Dari hasil pemeriksaan kesehatan fisik, tidak ditemukan gejala penyakit hewan menular strategis,” tambahnya.
Pemeriksaan juga akan dilakukan saat Hari Raya Iduladha hingga H+3 hari tasyrik. Karena itu, panitia kurban diminta mendukung petugas pemeriksa di lapangan.
Pada pelaksanaan sosialisasi tahun ini, Sudin KPKP Kota Administrasi Jakarta Utara turut berkolaborasi dengan PT Indonesia Power dan Baznas Bazis Kota Jakarta Utara yang memberikan bantuan berupa pisau sembelih dan terpal untuk panitia kurban.
Pada kesempatan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan. “Limbah kurban dapat dikuburkan atau dimanfaatkan menjadi pakan maggot BSF. Kami berharap seluruh panitia dan masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan sehingga ibadah kurban menjadi lebih berkah,” katanya.
Ia juga mengajak pengurus masjid menerapkan pemilahan sampah dengan menyediakan tempat sampah terpisah, termasuk untuk sampah botol plastik.
Salah seorang peserta dari Masjid Baiturrahim Kelurahan Warakas, Muhammad Rifad mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait tata cara pemotongan hewan kurban yang baik dan benar. “Selain mendapatkan ilmu, kami juga menerima bantuan dua terpal dan satu pisau sembelih yang nantinya sangat membantu pelaksanaan pemotongan hewan kurban di masjid,” pungkasnya.
( Hbb )
