Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lapangan Sepak Bola Tuai Kritik, Warga Soroti Sikap Dua Kepala Desa

Uncategorized179 Dilihat

chakra- news .com // Lamasi, Sabtu 16 Mei 2026 – Pembangunan Koperasi Merah Putih di area lapangan sepak bola yang berada di wilayah Desa Topongo dan Desa Pongsamelung terus menuai polemik di tengah masyarakat.

Proyek pembangunan yang kini mulai dikerjakan itu mendapat penolakan dari sejumlah warga karena dinilai menghilangkan fasilitas umum yang selama ini menjadi ruang olahraga dan tempat aktivitas masyarakat kedua desa.
Warga menilai lapangan sepak bola tersebut memiliki nilai penting bagi generasi muda dan seharusnya tetap dipertahankan sebagai ruang publik.

banner 336x280

Namun di tengah penolakan masyarakat, sikap kedua kepala desa justru menjadi sorotan.

Sejumlah warga menilai kedua kepala desa terkesan mendukung pembangunan koperasi tersebut meskipun banyak masyarakat menyampaikan keberatan. Kondisi itu memicu kekecewaan warga karena aspirasi masyarakat dianggap tidak mendapat perhatian serius.

“Seharusnya pemerintah desa mendengar suara masyarakat terlebih dahulu sebelum pembangunan dilakukan,” ujar salah seorang warga.

Pemerhati lingkungan hidup, R. Rumandan, juga menyampaikan keprihatinannya terhadap pembangunan yang dilakukan di atas lapangan sepak bola. Ia menilai pemerintah semestinya menyediakan lokasi lain yang tidak mengorbankan fasilitas publik masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh mengabaikan kepentingan sosial warga, terutama keberadaan ruang terbuka yang menjadi sarana olahraga dan kegiatan pemuda desa.

“Kalau ruang publik dihilangkan, masyarakat tentu merasa dirugikan. Pemerintah harus mencari solusi yang tidak menimbulkan konflik di tengah warga,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Luwu turun tangan untuk mengevaluasi pembangunan tersebut dan membuka dialog bersama masyarakat serta pemerintah desa agar persoalan itu tidak terus menimbulkan polemik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua kepala desa terkait penolakan warga terhadap pembangunan Koperasi Merah Putih di area lapangan sepak bola tersebut.

( RR)