chakra- news.com // Kominfotik JU – Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kegiatan Deklarasi Jakarta Utara 100% Pilah Sampah yang digelar di Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jumat (24/4)
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Deklarasi ini juga merupakan langkah lanjutan dari program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung target nasional pengelolaan sampah.
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow ke berbagai wilayah untuk memastikan program pilah sampah berjalan secara sistematis dan terukur. “Kami bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan roadshow dari satu wilayah ke wilayah lain untuk memastikan rencana pengelolaan sampah dapat berjalan secara sistematis dan terukur,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan pengelolaan sampah nasional mencapai 63,41 persen pada tahun 2026. Salah satu langkah utama untuk mencapai target tersebut adalah dengan menghentikan praktik pembuangan terbuka (open dumping), termasuk di Jakarta.
Menurutnya, Jakarta yang menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah per hari membutuhkan penanganan yang bertahap dan terencana. “Kami berharap hingga Agustus 2026, Jakarta sudah mampu mengurangi sampah organik yang dikirim ke Bantar Gebang. Kemudian pada akhir Desember 2026, tidak ada lagi sampah organik yang dikirim ke sana,” jelasnya.
Lebih lanjut, pada tahun 2027 ditargetkan hanya sampah residu yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, sementara sampah lainnya sudah ditangani di sumbernya.
Hanif juga menekankan pentingnya transformasi dalam pengelolaan sampah, baik dari sisi teknologi maupun manajemen. “Transformasi teknologi dan manajerial menjadi kunci agar penanganan sampah di Jakarta dapat berjalan efektif dan terukur,” katanya.
Ia juga mendorong agar kawasan seperti hotel, restoran, industri, dan pasar dapat mengelola sampahnya secara mandiri melalui pemilahan sejak awal.
Selain itu, program pilah sampah ini menjadi langkah awal menuju penerapan sistem pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy). “Waste to energy membutuhkan sampah yang berkualitas, dan itu hanya bisa tercapai jika sampah sudah terpilah dengan baik dari masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memilah sampah.
Melalui deklarasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Jakarta Utara.
( R Rumandan)
