ANDRE ROSIADE SANG NAHKODA BARU DPP IKM 

Chakra news.com // Jakarta di tengah Denyut Kehidupan para Perantau Minangkabau yang tersebar di seluruh penjuru Negeri bahkan hingga ke Mancanegara kehadiran Seorang Pemimpin bukan sekedar soal Posisi tetapi tentang Kemampuan merawat Ikatan Batin yang telah di Wariskan turun temurun.

Dalam konteks itulah, nama Andre Rosiade hadir sebagai Nahkoda baru Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) periode 2025-2030 sebuah amanah yang lahir dari Kepercayaan kolektif melalui jalan Aklamasi yang penuh kesepahaman.

banner 336x280

Terpilihnya Andre bukanlah sebuah kebetulan, ia adalah Refleksi dari Perjalanan Panjang Seorang Anak Minang yang Tumbuh dalam Tradisi nilai Norma di tempat oleh dinamika kehidupan dan diuji dalam berbagai ruang Pengabdian.

Lahir di Padang 7 November 1978 Andre mengenal sejak dini arti Kerja Keras dan Kemandirian dalam Kesederhanaan Masa Mudanya ia telah belajar Berdagang Kecil-kecilan sebuah pengalaman yang mungkin tampak sederhana tetapi sesungguhnya membentuk ke Wira Usahaan yang kelak menjadi Pondasi penting dalam perjalanan Hidupnya

Jejak Pendidikannya di Universitas Trisakti tidak hanya memberinya gelar Sarjana Ekonomi tetapi juga memperkaya Wawasan ke Pemimpinan yang dikenal aktif dalam Organisasi ke Mahasiswaan dipercaya sebagai Presiden Mahasiswa di masa itu, Andre tidak sekedar belajar teori, tetapi juga mengalami denyut aspirasi meresahkan dinamika pergerakan dan memahami arti tanggung jawab sebagai Representasi Suara banyak Orang.

Selepas Kampus, Dunia Usaha menjadi Medan Pengabdian berikutnya ia membangun Usaha dari bawah, merintis Perusahaan, dan mengelola berbagai bidang usaha.

Dari pengalaman itulah Andre mengasah Ketangguhan, Ketekunan, serta Kemampuan membaca Peluang Dunia Bisnis telah membentuknya menjadi Sosok yang tergesa menghadapi risiko mengambil keputusan dan tetap berdiri tegak dalam situasi yang tidak terlalu mudah.

Namun panggilan pengabdian tidak berhenti di sana Dunia Politik menjadi Ruang berikutnya bagi Andre untuk memperluas Kontribusi bergabung dengan Partai Gerindra, ia menapaki perjalanan yang tidak Instan dari peran sebagai Penggerak Jaringan hingga dipercaya menjadi Anggota DPR RI.

Andre menunjukkan bahwa Politik baginya bukan sekedar Arena Kekuasaan, tetapi juga Sarana memperjuangkan Kepentingan Masyarakat Kepercayaan sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI menjadi salah satu penanda bahwa Ia mampu Bekerja dalam Sistem sekaligus membawa Aspirasi pablik ke tingkat pengambilan Kebijakan.

Kini di bawah Panji besar IKM, Andre memikul amanah yang berbeda namun tidak kalah penting.

IKM bukan sekedar Organisasi, melainkan Rumah Besar bagi Orang Minang di Perantauan.

Ia adalah simbol Identitas Ruang Silaturahmi sekaligus wadah Gotong Royong yang berakar pada falsafah” Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah”.

Sebagai Nakhoda baru Andre datang dengan semangat merangkul dan menyatukan Tagline basamo mangko manjadi yang dia usung bukan sekedar Slogan tetapi Cerminan Filosofi Minangkabau yang menempatkan kebersamaan sebagai kekuatan utama.

Iya memahami bahwa kekuatan Orang Minang terletak pada jejaring pada rasa saling memiliki dan pada tradisi saling menguatkan di rantau.

Langkah-langkah yang dicanangkan pun mencerminkan visi yang terukur penguatan Struktur Organisasi hingga ke seluruh Provinsi perluasan jaringan hingga ke tingkat Daerah dan Cabang serta upaya melibatkan berbagai Tokoh Minang lintas Profesi dan Institusi menjadi bagian dari strategi besar membangun IKM yang lebih solid dan Inklusif ia ingin memastikan bahwa IKM bukan hanya besar dalam nama tetapi juga kuat dalam Kerja nyata dan manfaat bagi Anggotanya

Di balik itu semua Andre tetap tampil sebagai sosok yang bersahaja ia tidak berjarak dengan akar budayanya dalam berbagai kesempatan ia menunjukkan kedekatan dengan nilai-nilai Minangkabau menghormati yang tua, merangkul yang mudah dan menjaga Marwah kebersamaan.

Kepemimpinannya tidak dibangun di atas jarak tetapi pada kedekatan dan komunikasi.

Dukungan dari tokoh-tokoh senior termasuk Fadli Zon sebagai.

(Reporter Herman Koto)