Pelatihan Totok PunggungTingkat Dasar dan Pendalaman: Abdurachman Sebut Terapi Ini Mampu Tangani Kasus Darurat Secara Alami

Uncategorized410 Dilihat

chakra-news.com //  Jakarta – Selama dua hari pelatihan intensif, seorang trainer sekaligus terapis totok punggung, Abdurachman, memaparkan manfaat besar terapi ini bagi kesehatan tubuh manusia. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/10) ini menjadi wadah bagi para peserta untuk memahami lebih dalam teknik totok punggung, mulai dari penelitian dasar hingga penanganan kondisi darurat seperti serangan jantung dan gangguan otak mendadak.

Abdurachman menjelaskan bahwa pelatihan ini dibagi menjadi dua tahap. Hari pertama difokuskan pada penelitian dasar serta pemaparan anatomi dan fungsi punggung, sementara hari kedua diarahkan pada pendalaman teknik emergency. Menurutnya, totok punggung dapat menjadi solusi alami dalam menangani berbagai situasi darurat tanpa harus panik.

banner 336x280

“Insyaallah, dalam kasus seperti serangan jantung atau gangguan otak mendadak, totok punggung bisa menjadi langkah pertolongan pertama yang efektif. Dengan stimulasi titik-titik tertentu di punggung, sirkulasi darah dan energi tubuh bisa kembali normal,” ungkap Abdulrachman saat diwawancarai di sela kegiatan.

Ia menambahkan, metode ini berawal sejak tahun 2011 di Jatimakmur, Pondok Gede. Seiring waktu, komunitas totok punggung terus berkembang pesat. Pada tahun 2016 terbentuk kelompok latihan rutin, dan pada 2018 komunitas ini semakin luas dikenal di berbagai daerah. Kini, jaringan totok punggung telah menjangkau hampir seluruh Indonesia, bahkan merambah ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.

“Alhamdulillah, komunitas kita terus berkembang. Setiap tahun selalu ada kegiatan Jambore Nasional dan Internasional. Tahun lalu saja diikuti hampir 150 peserta dari berbagai daerah dan luar negeri,” ujarnya.

Abdurachman juga mengungkapkan rencana besar pada akhir tahun ini, yakni pelaksanaan **Training of Trainer (ToT) ke-15** yang akan digelar pada 12–14 Desember 2025. Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh peserta dari Malaysia dan Hong Kong sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa terapi totok punggung bukan sekadar teknik pijat biasa, melainkan perpaduan antara refleksi, akupresur, dan pemahaman energi tubuh. “Totok punggung ini hampir bisa membantu semua penyakit. Semakin sering dilakukan, efek pemulihannya semakin cepat. Untuk kasus berat, biasanya cukup dua sampai tiga kali terapi sudah ada perubahan signifikan,” jelasnya.

Menurut Abdurachman, keberhasilan terapi juga bergantung pada kedisiplinan latihan dan pemahaman anatomi tubuh. Ia menuturkan bahwa saat ini sudah ada lebih dari 1.000 praktisi yang aktif mengikuti pelatihan rutin setiap minggu di berbagai wilayah Indonesia.

“Totok punggung adalah metode alami yang mengembalikan keseimbangan tubuh tanpa obat. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami dan mempelajarinya dengan benar agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” pungkas Abdurachman.

Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengobatan alami dan terapi komplementer, pelatihan totok punggung yang dipandu Abdurachman menjadi salah satu langkah nyata dalam mencetak terapis berkompeten di bidang penyembuhan tradisional modern. Diharapkan, metode ini bisa terus berkembang hingga menjadi bagian dari solusi kesehatan holistik Indonesia di masa depan.

( Rudi )