Jakarta // ChakraNews.Com—30 Mei 2025 Uchok, seorang aktivis 98, menyampaikan pandangannya yang kontroversial tentang kepolisian. Ia menyatakan bahwa kepolisian dianggap sebagai “anak haram” dari aktivis 98, yang kini banyak menimbulkan konflik dengan masyarakat.Rapat bicara di adakan di Matraman Jakarta timur.
Menurutnya, citra kepolisian yang sering kali bertentangan dengan kepentingan masyarakat membuat banyak orang merasa takut. Selain itu, Uchok juga menyoroti bahwa banyak jabatan di pemerintahan yang diisi oleh pihak kepolisian, yang semakin memperkuat posisinya dalam struktur kekuasaan. Pernyataan ini tentu saja menuai perdebatan dan reaksi beragam dari publik.
Heriyono menyoroti permasalahan serius di BUMN yang memerlukan langkah strategis dari pemerintahan Prabowo. Ia menyatakan bahwa BUMN sering kali menjadi beban berat bagi pemerintahan dan masyarakat.
Pembentukan Danatara diharapkan dapat membawa perubahan positif, meskipun ada potensi risiko seperti kurangnya transparansi karena Danatara tidak dapat diaudit oleh BPK. Selain itu, Heriyono juga menyinggung potensi konflik kepentingan jika komite pengawas Danatara memiliki rangkap jabatan. Oleh karena itu, ia berharap Danatara dapat membawa BUMN menuju kondisi yang lebih sehat dan akuntabel.
Hassanudin menyampaikan tiga catatan pentingnya. Pertama, ia menghormati peristiwa 1998 sebagai momen bersejarah. Namun, ia menyadari bahwa mengadili Soeharto melalui pengadilan konvensional pada saat itu tidaklah mungkin. Menjatuhkan Soeharto dari kekuasaan juga dianggap sebagai mimpi yang sulit diwujudkan. Hassanudin juga menilai bahwa KPK tidak dapat diharapkan untuk memberantas korupsi secara efektif pada saat itu. Ia bahkan menyatakan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara era Orde Baru dan sekarang dalam hal korupsi. Oleh karena itu, Hassanudin meminta agar Prabowo langsung memimpin KPK untuk memberantas korupsi secara lebih efektif.
Dengan kepemimpinan langsung dari Prabowo, Hassanudin berharap dapat melihat perubahan signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
( Rudi )
